10 September 2010

Sagu Keju 2010


‎​اَلْحَمْدُلِلّهِ, masih mendapatkan kesempatan untuk menikmati indah dan nikmatnya berkah Ramadhan tahun ini.

Seperti tahun2 sebelumnya, aku juga membuat kuker Lebaran sendiri. Well, sbenernya bbrp saat yang lalu aku dah posting beberapa kuker yang aku bikin, judulnya Kuker Lebaran 2010.

Lha trus, ini mau nulis apa lagi ? Begitu kira-kira komentar pertama yang muncul yaa. Kali ini, aku mau share tips membuat sagu keju. Di milist banyak banget dibahas tentang kukis satu ini. Tidak sedikit yang mengalami masalah, kebanyakan sekitas bentuk sake yang mbleber gak karuan hingga hasil akhir kurang cantik.

Tips yang aku akan share ini sebenarnya bukan murni dari pengalamanku sendiri. Awalnya aku pun mendapatkan tips sake ini dari milist, tepatnya dari mbak Yohana (Mamajo - Bandung).

OK, mulai aja ya. Sake yang selalu aku buat tiap tahun, adalah modifikasi dari resep asli di milist. Aku modifikasi karena menyesuaikan dengan selera market. Ini nih resep modifikasiku :

Sagu keju
By Fatmah Bahalwan - modified by Helena

Bahan :
Sagu tani 300 gr
Margarin 100 gr
Mentega 50 gr
Gula halus 150 gr
Kuning telur 1 butir
Keju cheddar 75 gr
Santan 50 gr

Cara :
1. Kocok margarin dan mentega, selama kurleb 3 menit. Masukkan gula, telur, keju, hingga total waktu mixing adalah 5 menit (dari awal mixer berbunyi yaa. Jadi, setelah menit ke-3 masukkan gula, telur dan keju sehingga lama mixing ketiga tambahan itu mencapai 2 menit, max 3 menit yaa). Pengocokan ini krusial bagi sake. Kalau kurang lama, waktu nyepuit akan sangat berat. Kalau terlalu lama, akan mbleber gak karu-karuan hingga bentuknya kurang cantik.
2. Matikan mixer, masukkan tepung sagu dalam 3 tahapan, aduk dengan spatula or sendok kayu.
3. Masukkan santan, aduk dengan spatula.
4. Masukkan ke dalam alat penyepuit, spuitkan ke dalam loyang yg sudah disemir lemak.
5. Oven dengan suhu 150 derajat selama kurleb 30 menit.

Oh ya, ini tips yg aku dapatkan dari milist plus pengalaman. Satu lagi. Untuk tepung sagu, aku selalu sangrai dulu baru timbang. Jadi setiap bikin selalu pas timbangannya. Pemikiranku, kalau ditimbang baru disangrai, tidak bisa dipastikan konsistensi jumlah efektif tepung yang masuk. Selain itu, juga kepraktisan saja.
Bila bikin banyak, biasa sangrai banyak... stl dingin, dtimbang dan dimasukkan ke dalam kantong plastik dan diseal. Jadi nanti pas mau bikin, tinggal ambil kantong plastik tersebut.

Hasilnya... yummy dan cantik...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar